Kamis, 30 April 2015

Ayo Membuat Perpustakaan Mini di Rumah !

Menjadi penggemar dan pecinta buku bukan hanya tentang aktifitas membaca dan membaca. Lebih dari itu, seorang penggemar dan pecinta buku akan memuliakan setiap buku yang ia temui ataupun buku-buku yang ia baca. 

Artinya, seorang penggemar dan pecinta buku tidak hanya memperlakukan buku sebagai objek bacaan semata namun ia juga akan menghargai dan memuliakan buku secara fisik sebagai sebuah benda yang sangat berharga karena buku adalah benda yang menyimpan berbagai macam referensi dan segala macam informasi, ilmu, pengetahuan ataupun penyimpan dari pemikiran-pemikiran manusia sepanjang jaman.

Sebagai penggemar dan pecinta buku, kita harus merawat buku-buku kita dengan baik, minimal dengan menyampuli dan menjaga kebersihan buku-buku koleksi kita, agar buku-buku koleksi kita tetap terawat, terjaga, dan tidak mudah rusak.
 
Bagi kita penggemar dan pecinta buku yang telah memiliki koleksi buku cukup banyak, tidak ada salahnya jika kita sisihkan tempat atau ruang kusus dirumah atau dikamar kost kita untuk menaruh buku-buku koleksi kita. Salah satunya adalah dengan cara membuat perpustakaan pribadi atau perpustakaan mini dirumah atau di kamar kost kita. 

Dengan menyediakan tempat kusus untuk buku-buku kita maka aktifitas untuk mengelola dan merawat buku-buku koleksi kesayangan kita akan menjadi lebih menyenangkan. Membuat tempat kusus untuk buku-buku kita juga untuk menciptakan estetika tersendiri dirumah kita atau di salah satu sudut kamar kost kita, yang dengan kemudahan pengelolaan dan perawatan serta estetika tersebut akan memicu dan menciptakan mood tersendiri bagi kita sehingga aktifitas membaca menjadi tidak membosankan bahkan mengasyikkan.

Bagi kita yang ingin membut perpustakaan mini untuk buku-buku koleksi kita dirumah atau di kamar kost, berikut sedikit tips dari penulis serta beberapa hal yang musti diperhatikan dalam membuat perpustakaan pribadi atau perpustakaan mini dirumah atau didalam kamar kost kita: 

  • Pertama, sisihkan sedikit ruang di rumah atau di kamar kost kita dan sediakan sebuah lemari atau rak susun kecil untuk meletakkan koleksi buku-buku kesayangan kita. Penggunaan lemari atau rak susun akan menghemat penggunaan ruang kamar kita karena buku akan tersusun secara bertingkat naik (vertikal) menyesuaikan susunan rak atau lemari yang kita sediakan. Kondisi tersebut berbeda dengan jika kita hanya meletakkan buku di sebuah papan horisontal atau diatas sebuah meja. Posisi tersebut akan memakan lebih banyak penggunaan ruang karena susunannya menyamping atau melebar.
  • Lalu, kategorikan buku-buku kita berdasarkan jenis atau genre. Misalnya, novel, komik, sejarah, biografi, agama, filsafat, sains, ilmu sosial dan ekonomi, dan lain sebagainya. Atau bagi kita yang mempunyai koleksi buku dan reverensi-reverensi lain dalam jumlah yang cukup banyak serta ingin lebih serius dalam membangun perpustakaan, boleh juga kita mengklasifikasikan dan mengkategorikan buku-buku dan koleksi-koleksi lain kita dengan menggunakan system DDC (Dewey Decimal Classification) seperti yang banyak digunakan oleh perpustakaan-perpustakaan umum. Mengenai pembahasan untuk mengkategorikan buku menggunakan penomoran DDC (Dewey Decimal Classification) ini, sedikit penulis bahas pada akhir tulisan ini.
  • Kemudian, tata buku secara vertical (berdiri), jangan horizontal (rebah), apalagi di tumpuk dalam waktu yang cukup lama. Sebab, posisi buku horizontal (merebah) dan bertumpuk seperti itu akan lebih mudah merusak buku. Posisi buku merebah dan bertumpuk seperti itu juga akan menyulitkan kita dalam mengambil buku-buku yang hendak kita baca dan menyulitkan kita juga dalam pengelolaan dan perawatan buku-buku tersebut. 
  • Menjaga kelembaban dan suhu buku. Misalnya, menyimpan buku dalam ruangan yang ideal dan tidak membaca buku diluar ruangan yang terkena terik matahari langsung. 
  • Terakhir, untuk perawatan, jika perlu tebarkan kapur barus di sekitar buku-buku kita atau tambahkan silica gel di salah satu sudut tempat penyimpanan buku-buku kita.

Subkelas Penomoran DDC (Dewey Decimal Classification) 

Berikut adalah sekilas tentang nomor-nomor untuk mengklasifikasi dan mengkategorikan buku-buku untuk perpustakaan kita menggunakan penomoran Dewey Decimal Classification (DDC):
  • 000 – Komputer, Informasi, dan Referensi Umum. 
  • 100 – Filsafat dan Psikologi. 
  • 200 – Agama. 
  • 300 – Ilmu Sosial. 
  • 400 – Bahasa. 
  • 500 – Sains dan Matematika. 
  • 600 – Teknologi. 
  • 700 – Kesenian, Olahraga, dan Rekreasi. 
  • 800 – Sastra. 
  • 900 – Sejarah dan Geografi.

Untuk penjelasan dan penjabaran lebih lanjut mengenai penggunaan penomoran DDC ini, kita bisa meminta bantuan dan arahan dari seorang pustakawan atau kita juga bisa menanyakan langsung kepada pengelola perpustakaan-perpustakaan umum di sekitar kita, biasanya mereka dengan senang hati dan dengan tangan terbuka akan memberi penjelasan kepada kita.

Cukup simple dan sangat mudah, bukan.?
So… Ayo membaca buku.!
Ayo membuat perpustakaan mini dirumah kita.!

* Diolah dari berbagai sumber.
 

4 komentar:

  1. Ide bagus itu.... Sayangnya kalau di desa lembabnya gak bisa terjaga. Apalagi buku koleksi sering di tinggal merantau, walaupun ndak di pake tapi mlempem, jadi pas dibuka suka gampang sobek. Belum lagi kalau punya adik yang masih kecil dan pengen tau aja, pengen baca tapi bukunya rusak karena kalau habis baca langsung klepat taruh sembarangan. Nggak jarang bukunya kadang kena air dari atap yang bocor atau air minum yang tumpah bahkan kadang ilang dibawa tikus. Kalau udah gitu kadang seneng liat orang pinjem dan mau baca, tapi kadang juga gak rela kalau bukune gak di jaga ntar malah gak bisa balik atau baliknya gak sempurna. Perpustakaan itukan harusnya bukan untuk pribadi, tapi ada rasa khawatir rusak atak hilang.

    BalasHapus
  2. Iya. Saya juga terus mencoba berusaha mencari solusi untuk megatasi persoalan tersebut, terutama bagaimana cara paling efektif untuk menjaga buku-buku dari kelembaban udara yang cukup tinggi didaerah. Ya, paling tidak bagaimana cara untuk meminimalisir dampak kelembaban udara tersebut terhadap koleksi buku-buku.

    BalasHapus